Selasa, 22 November 2011

8. KEAMANAN DAN KONTROL SISTEM INFORMASI


KEAMANAN DAN KONTROL SISTEM INFORMASI

Pentingnya Pengendalian Sistem Informasi.
Di dalam tindakan atau perilaku pada system informasi,sangatlah dibutuhkan/pentingnya pengendalian keamanan dan control,karena bertujuan untuk memastikan bahwa CBIS (Computer Based Information System) telah diimplementasikan seperti yang direncanakan,system sendiri telah beroperasi seperti yang dikehendaki,dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan komunikasi. Maka dari itu kita harus mempunya security dalam system informasi. Tugas control CBIS Kontrol CBIS mencakup semua fase siklus hidup.
Selama siklus hidup, kontrol dapat dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan, disain dan operasi. Manajer dapat memperoleh kontrol dalam ketiga area secara langsung melalui ahli lain, seperti auditor.

Tugas Pengendalian dalam Sistem Informasi Berbasis Komputer
                
Kontrol Proses Pengembangan

Adalah dimana pada Sistem informasi kita juga dapat mengembangkan atau memastikan apa saja yang dibutuhkan dalam CBIS dan bagaimana cara mengimplementasikan itu dapat memenuhi sebuah kebutuhan pemakai. Pemakai disini artinya orang yang terlibat atau orang yang mengoperasikan CBIS tersebut. Adapun yang termasuk dalam control pengembangan yaitu :
1. Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase   perencanaan dengan cara membentuk komite MIS
2.  Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS
3.  Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi CBIS.
4.  Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS
5. Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima,
6.  Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan.
7.  Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.

Kontrol Disain Sistem
Selama melakukan fase disain dan analisis dari siklus hidup system, Analis System, DBA dan Manajer Jaringan membangun fasilitas kontrol tertentu dalam disain system. Selama itu fase implementasi, programmer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam system.
Disain system dikontrol dengan cara menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok, yaitu :
1.                          Permulaan Transaksi
Tahap - tahap yang harus dilakukan pada permulaan transaksi terdiri atas:
1.     Permulaan Dokumen Sumber,
2.     Kewenangan,
3.     Pembuatan Input Komputer,
4.     Penanganan Kesalahan, dan
5.     Penyimpanan Dokumen sumber

2.               Entri Transaksi
Entri transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat dibaca oleh computer. Kontrol ono berusaha untuk menjaga keakuratan data yang akan ditransmisikan ke jaringan komunikasi atau yang akan dimasukan secara langsung ke dalam computer. Area kontrolnya meliputi atas:
1.     Entri Data
2.     Veriifikasi Kesalahan
3.     Penanganan Kesalahan
4.     Penyeimbang batch

Komunikasi Data
Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang resiko keamanan yang lebih besar dari pada computer yang ada di dalam suatu ruangan. Area control ini terdiri dari:
1.     Control pengiriman pesan
2.     Control saluran (channel) komunikasi
3.     Control penerimaan pesan
4.     Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh

Pemrosesan Komputer

Pada umumnya semua elemen control pada disain system selalu dikaitkan dengan pemasukan data ke dalam computer. Area control pada pemrosesan computer terdiri dari:
1.     Penangan Data,
2.     Penangan Kesalahan, dan
3.     Database dan Perpustakaan software.
Sebagian besar control database dapat diperoleh melalui penggunanaan system manajemen database.

Output Komputer

Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk (output) kepada pemakai (user). Yang termasuk dalam area ini adalah:
1.     Penyeimbang operasi computer,
2.     Distribusi,
3.     Penyeimbang departemen pemakai,
4.     Penanganan kesalahan, dan
5.     Penyimpanan record.

Kontrol Pengoperasian Sistem
Kontrol pengoperasian system didasarkan pada struktur organisasional dari departemen operasi, aktivitas dari unit yang ada dalam departemen tersebut.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi lima area :
   1. Struktur organisasional
   2. Kontrol perpustakaan
   3. Pemeliharaan peralatan
   4. Kontrol lingkungan dan kemanan fasilitas
   5. Perencanaan disaster, meliputi area :
·      Rencana keadaan darurat (emergency plan),
·      Rencana back-up (backup plan),
·      Rencana record penting (vital record plan), dan              
·      Rencana recovery (recovery plan).



Daftar Pustaka :

    10. MANAJEMEN SUMBER INFORMASI (IRM)

    MANAJEMEN SUMBER INFORMASI (IRM)

    10.1 Berbagai Pandangan Tentang IRM

              Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan dan dapat dikelola seperti halnya sumber lain. IRM (Information Resource Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan sistem yang menghasilkan informasi yang berkualitas. IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan dan manajemen.

    10.2 Informasi Sebagai Sumber Strategis

         Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif.
    Caranya : Dengan memfokuskan pada pelanggan dan membangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungannya .

       Arus Informasi antara perusahaan dan pelanggan :
          1) Informasi yang menerangkan kebutuhan produk,
          2) Informasi yang menerangkan penggunaan produk, dan
          3) Informasi yang menerangkan kepuasan produk.

    10.3 Perencanaan Strategis Untuk Sumber-Sumber Informasi
            
    Jika informasi akan digunakan sebagai untuk mendapatkan keuntungan kompetitif, ada tiga tahap yaitu :

         1
    . ERA PRA - PERENCANAAN IS STRATEGIS
               Yaitu perencanaan sumber informasi yang pertama dilakukan oleh manager dari unit pelayanaan informasi.

         2. ERA SPIR AWAL
           Yaitu melakukan pedekataan atau cara top - down terhadap perencanaan dengan menyari   bahwa langkah pertama adalah menentukan tujuan organisasi.  
       
         3. ERA MODERN
            Yaitu mengunakan sumber - sumber informasinya , namun status sumber - sumber tersebut juga mempengaruhi rencana strategis dari keseluruhan organisasi.

    10.4 Manajemen dan Strategi End User Computing

             Tugas perusahan adalah untuk menetapkan kebijaksanaan End User Computing yang memberikan fleksibitas kepada pemakai untuk melakukan inovasi dalam pengunaan computer.namun juga harus menentapkan cotrol untuk memastikan bahwa penggunaan tersebut mendukung tujuan perusahaan.

            Daftar Pustaka
    • http://iyapjangkrik.blogspot.com/2011/01/manajemen-sumber-informasi-irm.html

    Jumat, 11 November 2011

    Diet Rendah Kalori, Kunci Hidup Sehat Lebih Lama

    Diet Rendah Kalori, Kunci Hidup Sehat Lebih Lama
    Penuaan memang pasti akan terjadi pada setiap orang. Akan tetapi, ternyata dengan diet rendah kalori, proses penuaan ini bisa diperlambat. Bagaimana bisa?

    Penuaan pada sel tubuh dikaitkan dengan semakin pendeknya telomer. Telomer merupakan bagian ujung dari DNA yang menjaga supaya sel-sel tubuh tetap hidup. Secara alami, sel-sel tubuh akan mengalami pembelahan untuk regenerasi. Namun, sayangnya setiap kali mengalami pembelahan, bagian telomer ini akan semakin pendek. Bila pada suatu titik, proses pemendekan ini terjadi terus menerus, kematian sel akan berlangsung cepat yang berakibat memperpendek usia seseorang. Telomer yang semakin pendek juga dihubungkan dengan peningkatan risiko terkena penyakit tua seperti dementia atau kepikunan menjadi 100 kali lebih besar dan laju kematian yang lebih tinggi akibat kanker dan penyakit jantung.

    Di dalam tubuh kita, terdapat enzim telomerase yang membantu supaya ujung telomer memanjang kembali sehingga sel-sel tubuh tetap hidup. Namun, sayangnya semakin bertambahnya umur jumlah enzim ini juga akan menurun. Stress yang kita alami juga menyebabkan aktivitas telomerase menurun dan telomer memendek lebih cepat.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan di Rejuvenation Research tahun 2009 membuktikan dalam hasil penelitiannya bahwa penurunan berat tubuh dan jumlah lemak dengan cara diet rendah kalori pada laki-laki yang mengalami obesitas berhubungan dengan peningkatan panjang telomer. Pada penelitian tersebut, ditunjukkan pula bahwa orang dengan penurunan berat badan dan massa lemak paling besar memiliki peningkatan panjang telomer paling besar (3). Sehingga pada penelitian tersebut disimpulkan bahwa orang yang melakukan diet rendah kalori menghasilkan penurunan berat badan yang mempengaruhi panjang telomer dan menurunkan kerusakan DNA. 

    Penelitian lain dalam The Lancet Oncology memberikan hasil bahwa orang yang melakukan perubahan gaya hidup dengan mengkonsumsi diet rendah lemak (low-fat diet) dan berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari memiliki peningkatan aktivitas telomerase dan panjang telomer. Selain itu, manajemen stress yang baik juga penting, karena dalam penelitian tersebut, terbukti pula bahwa selain dengan diet rendah lemak, dan olahraga yang teratur, tingkat stress yang lebih rendah dapat membantu meningkatkan panjang telomer. 

    Kalori yang kita asup sehari-hari dapat berasal dari karbohidrat, protein dan lemak. Berdasarkan penelitian tersebut, dengan membatasi kalori yang kita makan sehari-hari akan mempengaruhi peningkatan panjang telomer sehingga akan memperpanjang umur dan usia tua. Oleh karena itu, ada baiknya kita mulai hidup sehat dengan menjaga konsumsi makanan, berolahraga, dan mengelola stress agar bisa hidup sehat lebih lama.

    Komunikasi Data


    KOMUNIKASI DATA
    adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain) yang terhubung dalam sebuah jaringan.
    Model komunikasi data
    Dalam proses komunikasi data dari satu lokasi ke lokasi yang lain, harus ada minimal 3 unsur utama sistem yaitu sumber data, media transmisi dan penerima. Andaikan salah satu unsur tidak ada, maka komunikasi tidak dapat dilakukan.
    Secara garis besar proses komunikasi data digambarkan berikut ini :
    1. Sumber data
    2. Media transmisi
    3. Penerimaan data

    Komunikasi data pada computer
    Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus  berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara computer komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu masyarakat informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.
    Peralatan komunikasi data
    Peralatan-peralatan yang diperlukan dalam sistem komunikasi data , antara lain :
    1. Termional
    2. Jalur komunikasi
    3. Modem

    Software komunikasi data
    Host layers untuk memproses pesan datacom yang masuk setelah diproses data dapat  kembali ke front-end processor.
    Manajer jaringan
    Sebuah fungsi pengawasan terhadap unjuk kerja jaringan dan pengambilan tindakan untuk mengendalikan aliran trafik agar diperoleh kapasitas jaringan dengan pengoperasian yang maksimum pada berbagai situasi.
    Peranan komunikasi data dalam pemecahan masalah
    Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah solusi. Memikirkan masalah sebagai sesuatu hal yang selalu buruk adalah suatu hal yang mudah untuk dilakukan, karena kita jarang mengartikan frase mengambil keuntungan dari sebuah situasi sama halnya dengan kita mengartikan frase memperbaiki sebuah situasi yang buruk. Kita akan memperhitungkan peraihan kesempatan ke dalam pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah (problem) sebagai suatu kondisi atau peristiwa yang merugikan atau memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah perusahaan atau yang menguntungkan atau memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan. Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan, yaitu tindakan memilih berbagai alternatif tindakan. Keputusan adalah tindakan tertentu yang dipilih. Biasanya, pemecahan satu masalah akan membutuhkan beberapa keputusan.

    KESIMPULAN
    Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu masyarakat informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

    DAFTAR PUSTAKA :

    MENGENAL LEBIH JAUH STROKE


    MENGENAL LEBIH JAUH STROKE
    Strok (stroke = dalam bahasa inggris) merupakan suatu keadaan dimana secara tiba-tiba pasokan darah ke suatu bagian otak terganggu. Dalam jaringan otak, berkurangnya aliran darah bisa menyebabkan serangkaian reaksi biokimia yang bisa merusak bahkan mematikan sel-sel saraf di otak. Dengan kematian yang terjadi di dalam jaringan otak akan dapat menghilangkan atau merusakkan fungsi yang dikendalikan oleh jaringan tersebut. Selain menyebabkan kematian, serangan stroke apabila bisa diselamatkan terkadang penderita menderita kelumpuhan pada anggota badannya, hilangnya kemampuan bicara atau hilangnya sebagian daya ingat.
    Dahulu serangan penyakit stroke ini hanya menyerang para usia lanjut. Akan tetapi dewasa ini ada kecenderungan bahwa serangan stroke mengancam usia muda di bawah 45 tahun atau usia produktif. Serangan stroke bisa menyerang siapa saja tanpa memandang umur, jabatan ataupun tingkatan sosial ekonomi.
    Di Amerika dan Eropa serangan stroke ini merupakan penyebab kematian nomer 3. Sedangkan di Indonesi, stroke merupakan penyakit nomor 3 yang mengakibatkan kematian setelah jantung dan kanker. Bahkan menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh nomor 1 di Rumah Sakit Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.
    Tidak dapat di pungkiri bahwa meningkatnya penderita stroke di dunia maupun di Indonesia identik dengan perubahan gaya hidup, pola makan kaya lemak dan kolesterol serta kurangkan aktifitas fisik (olah raga) menjadi penyebab stroke.
    Jenis-Jenis Stroke
    1. Stroke Iskemik
    Pada stroke iskemik aliran darah ke otak terhenti diakibatkan oleh aterosklerosis atau penumpukan kolesterol pada dinding pembulu darah atau terjadi bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Sebagian besar penderita stroke atau 83% mengalami jenis stroke iskemik.
    2. Stroke Hemorragik
    Pada stroke hemorragik terjadi pecah pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. 70% penderita stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.
    Resiko terserang stroke akan meningkat apabila mempunyai faktor-faktor sebagai berikut:
    1. Diabetes mellitus atau kencing manis
    2. Hipertensi atau tekanan darah tinggi
    3. Kegemukan
    4. Merokok
    5. Alkohol
    6. Tingginya kadar kolesterol
    7. Riwayat keluarga
    Tentunya mencegah akan lebih baik daripada mengobati. Gaya hidup sehat, pola makan sehat dan diimbangi dengan aktifitas olah raga serta menjaga berat tubuh ideal merupakan jalan untuk pencegahan penyakit ini.

    SIKLUS SISTEM HIDUP


    SIKLUS SISTEM HIDUP
     
    Dasar Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer
    Dasar Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer
    merupakan aktivitas yang berskala luas yang melibatkan orang dan fasilitas yang banyak, uang dan peralatan dalam jumlah yang besar, dan waktu yang panjang.

    Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer juga mempunyai manfaat, yaitu :

    *  Memberikan dasar pengontrolan,
    *  Mendefinisikan lingkup proyek,
    *  Mengatur urutan tugas, dan
    *  Mengetahui bidang masalah yang potensial.

    Siklus hidup sistem

    adalah sebuah proses yang diikuti dalam penerapan system informasi yang berbasiskan computer.

    Siklus hidup sistem terdiri dari 5 fase, yaitu :
    1. Fase Perencanaan
    Fase ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan. Di sini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.

    2. Fase Analisis
    Fase ini mempunyai tugas penting yaitu menunjukkan kebutuhan pemakai informasi dan menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Fase ini meliputi penetapan jangkauan proyek, mengenal resiko, mengatur rangkaian tugas, dan menyediakan dasar untuk kontrol. Analisis mengumpulkan persyaratan untuk sistem. Tahap ini meliputi rinci kajian terhadap kebutuhan bisnis organisasi.Pilihan untuk mengubah proses bisnis dapat dianggap. Berfokus pada desain tingkat tinggi seperti desain, program apa yang diperlukan dan bagaimana mereka akan berinteraksi, desain tingkat rendah (bagaimana setiap program akan bekerja), desain interface (antarmuka apa saja yang akan terlihat seperti) dan data desain (data yang akan diperlukan). Selama tahap ini, perangkat lunak dari keseluruhan struktur yang ditetapkan. Analisis dan Desain sangat krusial dalam pembangunan seluruh siklus. Any glitch dalam tahap desain dapat menjadi sangat mahal untuk memecahkan di kemudian tahap pengembangan perangkat lunak. Banyak perawatan dilakukan selama tahap ini. Yang logis sistem produk dikembangkan di tahap ini. 
    3. Fase Desain
    Fase Desain meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru. Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Merancang alir kerja (workflow) dari sistem dalam bentuk diagram alir (flowchart) atau Data Flow Diagram (DFD). Merancang basis data (database) dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) bisa juga sekalian membuat basis data secara fisik. Merancang input ouput aplikasi (interface) dan menentukan form-form dari setiap modul yang ada. Merancang arsitektur aplikasi dan jika diperlukan menentukan juga kerangka kerja (framework) aplikasi. Pada tahapan ini atau sebelumnya sudah ditentukan teknologi dan tools yang akan digunakan baik selama tahap pengembangan (development) maupun pada saat implementasi (deployment).

    4. Fase Pelaksanaan / Implementasi
    Fase ini melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang mengubah desain dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data. Pelaksanaan adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber secara fisik dan konseptual yang menghasilkan pekerjaan sistem. Dalam tahap ini, desain yang sudah diterjemahkan ke dalam kode.Program komputer yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman konvensional atau aplikasi generator. Alat pemrograman seperti kompiler, Juru, Debuggers digunakan untuk menghasilkan kode. Berbagai bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti C, C ++, Pascal, Java digunakan untuk coding. Sehubungan dengan jenis aplikasi, hak bahasa pemrograman yang dipilih. 

    5. Fase Pemakaian / Penggunaan
    Selama fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem benar-benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan sehingga sistem dapat menyediakan kebutuhan yang diinginkan.
    Pada fase 1-3 adalah siklus hidup pengembangan system. Tahap 4 adalah tahap penggunaan (implementasi) yang berlangsung hingga tiba waktunya untuk merancang system itu kembali jika diperlukan. Proses merancang kembali akan mengakibatkan berulangnya siklus hidup sistem secara keseluruhan.

    PROTOTYPING
    Prototipe ini memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses menghasilkan prototipe disebut dengan Prototyping.

    Jenis-Jenis Prototipe
    sistem operasional®Prototipe jenis I


    PENGEMBANGAN PROTOTIPE JENIS I :
    1. Mengidentifikasikan kebutuhan pemakai
    2. Mengembangkan prototipe
    3. Menentukan apakah prototipe dapat diterima
    4. Menggunakan prototipe

    MENGEMBANGKAN PROTOTIPE JENIS II :
    4. Mengkodekan sistem operasional
    5. Menguji sistem operasional
    6. Menentukan jika sistem operasional dapat diterima
    7. Menggunakan sistem operasional

    Daya Tarik Prototyping :
    • Komunikasi ant. Analis sistem dan pemakai baik
    • Analis dpt bekerja lebih baik
    • Pamakai berperan aktif
    • Spesialis informasi dan pemakai efisien dlm waktu
    • Penerapan menjadi mudah 

    Potensi Kegagalan Prototyping :
    • Tergesa-gesa dlm mendefinisikan mslh, evaluasi alternatif dokumentasi
    • Mengharapkan sesuatu yg tdk realistis dr sistem operasional
    • Prototipe jenis I tdk seefisiensi sistem yg dikodekan dlm bhs program
    • Hubungan komp-manusia tdk mencerminkan tek.perancangan yg baik

    Penerapan yg Berprospek Baik untuk Prototyping :
    • Risiko tinggi
    • Interaksi pemakai penting
    • Jumlah pemakai banyak
    • Penyelesaian yg cepat diperlukan
    • Perkiraan tahap penggunaan sistem yg pendek
    • Sistem yg inovatif
    • Perilaku pemakai yg sukar ditebak



    Refrensi :